Sabtu, 13 Februari 2010

Pk. 09.00-10.00
Ruang Audiovisual Fak. Ekonomika dan Bisnis UGM

REMEH TEMEH

Acara yang digawangi oleh SSC (Student Service Center) FEB UGM ini menghadirkan topik yang menarik yaitu promosi seputar kesempatan bekerja di Kementrian Keuangan. Dulunya Kementrian Keuangan kita kenal sebagai Departemen Keuangan tetapi sejalan dengan berlakunya Peraturan Presiden No 47/2009 maka nama departemen pun diganti kementrian.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya muncul seorang perempuan muda berkacamata ke dalam ruangan. Saya sempat berprasangka jangan-jangan pembicaranya ngga dateng. Beberapa menit kemudian pria setengah baya berkemeja putih kasual memasuki ruangan yang masih ramai dengan suara-suara percakapan para peserta. Ternyata pria tersebut adalah pembicara yang sudah kami tunggu-tunggu sedari tadi, Pak Anggito Abimanyu!!^^ wakwakwakwak…..

Pak Anggito pun tidak sendiri, beliau didampingi oleh seorang dosen dari FEB UGM yaitu Pak Wihana Kirana Jaya yang saat itu berkemeja batik, sebagai moderator. Beliau-beliau ini berteman baik dan memiliki selera humor yang tinggi.

Ketika cek sound mikrofon pun peserta dibuat tertawa hahahihi… Pasalnya Pak Wihana berkata, “Orang kaya itu beda cek soundnya.

Kalau saya kan ‘test-test-test-1-2-3’, nah kalau Pak Anggito itu beda, ‘test-test-test-1 milyar-2 milyar-3 milyar’…” HAHAHHAHAHHAHAHAHAHAHA, guyonan hangat di hari Sabtu pagi itu disambut meriah oleh peserta.

Pak Wihana sangat antusias memperkenalkan para peserta yang terdiri atas mahasiswa S1 dan S2 UGM dari jurusan akuntansi, manajemen, dan ilmu ekonomi. Pak Wihana tidak lupa menunjuk seorang mahasiswa yang duduk di paling depan dan memperkenalkannya kepada Pak Anggito sebagai mahasiswa bimbingannya.

Pak Anggito sendiri adalah alumni FEB UGM dan sangat senang bisa bernostalgia dengan mahasiswa-mahasiswa dan akademisi. Hal ini terbukti dari wajah Pak Anggito yang cerah ceria dan selalu tersenyum. Seandainya saya bawa kamera, saya pasti minta foto bareng, hehehehhehhe…

Teman saya, sebut saja si tembem yang duduk di sebelah saya, merasa sangat beruntung bisa hadir di sana dan mendengarkan ceramah Pak Anggito secara LIVE. Saya baru tahu kalau dia ngefans berat sama Pak Anggito. Hihihihihihi…..^^

Acara pun dimulai. Pak Wihana mempersilakan Pak Anggito untuk berbicara. Sebelum memulai slide pertama, sempat terucap guyonan tentang BI, tapi tidak akan saya ungkap di sini.

PRESENTASI

Pak Anggito mempresentasikan kondisi SDM di Kementrian Keuangan saat ini. Beliau menunjukkan data-data yang sangat akurat perihal peluang berkarir di Kementrian Keuangan. Rekruitmen Kementrian Keuangan akan dibuka pada bulan Juni 2010.

Menurut data-data yang diperlihatkan oleh Pak Anggito, tahun 2008 yang lalu pendaftar mencapai 95.400 orang. Sedangkan yang lolos dan diterima hanya 1.898 orang. Data statistik menunjukkan bahwa peluang lolos tes dari total pendaftar yang ada hanya sekitar 1,99%. Hal ini mengejutkan para peserta di ruang audiovisual. Bayangkan, kesempatan diterima kurang dari 2%!!

Pak Anggito melanjutkan presentasinya, dari jumlah 1.898 orang yang diterima terdapat 180 orang di dalamnya yang merupakan lulusan UGM. Persentase lulusan UGM yang lolos di tahun 2008 tersebut adalah 6,42%. Hal ini berarti lulusan UGM sudah berada di atas rata-rata 1,99%.

Berikut adalah jenis tes yang harus dilalui oleh seluruh pendaftar:
1. TPA
2. Psikotest
3. Tes Kesehatan dan Kebugaran

Menurut Pak Anggito, TPA adalah yang paling sulit diantara ketiga macam tes di atas karena lebih banyak menguji logika kuantitatif dan kecepatan berpikir yang RUARRR BIASZA. Pendaftar harus LULUS ketiga tes itu jika ingin memantapkan posisinya di atas saingan-saingan yang lain. Pak Anggito berpesan agar setiap pendaftar tekun dan membiasakan diri berlatih soal-soal TOEFL dan soal-soal logic karena akan sangat membantu mengerjakan tes.

Berikut adalah beberapa % jurusan yang LULUS tes di rekruitmen tahun 2008:
1. Ekonomi (9,79%) atau sekitar 76 orang
2. Hukum (14,09%)
3. Politik (10%)
4. Komputer (11,63%)
5. Teknik (2,64%)
6. Psikologi (2,92%)
7. dll

Sedangkan unit-unit yang akan diisi umumnya adalah Unit Eselon I, seperti:
1. Ditjen Pajak (98 orang)
2. Sekjen (21 orang)
3. Ditjen Kekayaan Negara (14 orang)
4. Bapepam-LK (11 orang)
5. Badan Diklat Keuangan (11 orang)
6. Ditjen Pengelolaan Utang (8 orang)
7. Badan Kebijakan Fiskal (5 orang)
8. Inspektorat Jenderal (5 orang)
9. Ditjen Bea dan Cukai (3 orang)
10. dst

Pada bahasan yang ini Pak Anggito mengingatkan kepada para calon auditor agar membersihkan hati nurani dari segala niat korupsi. Demi menyampaikan pesan moral ini Pak Anggito sampai meminta para peserta yang berasal dari jurusan akuntansi untuk mengangkat tangan. “Ayo ngakuu, siapa ne yang dari akuntansi?”, tanya Beliau. Saya dan si tembem serta beberapa mahasiswa lainnya pun malu-malu mengangkat tangan setengah tiang.

Pak Anggito melanjutkan pembahasan dengan menjelaskan bahwa Ditjen Pajak membutuhkan banyak orang untuk mengisi posisi auditor pajak. Namun tentunya auditor yang most wanted adalah auditor yang berintegritas alias tidak tergoda suap dari pengusaha-pengusaha yang sering meminta pengurangan pajak. “Sulit sekali mencari auditor yang jujur. Jadi kalian ini harus dicuci otaknya dari hal-hal yang kotor-kotor, sampai bersihh”, kata Beliau dengan sebal dan muka ditekuk seolah seluruh peserta yang berhadapan dengannya adalah terdakwa korupsi. Mimik muka Pak Anggito pun disambut dengan senyam-senyum peserta yang memang tidak semuanya bersedia atau bercita-cita menjadi auditor. Pasalnya jalan hidup auditor yang penuh lika-liku dan berrakit-rakit ke hulu itu telah menjadi momok bagi mahasiswa akuntansi sejak lama, bahkan bagi mahasiswa akuntansi UGM sekalipun.

Pak Anggito melanjutkan bahwa Sekjen sendiri membutuhkan akuntan-akuntan publik yang jujur. Sedangkan Badan Diklat Keuangan membutuhkan analis-analis di sektor keuangan.

“Rekruitmen Kementrian Keuangan tidak menggunakan sistem titipan seperti zaman kerajaan dahulu”, ungkap Pak Anggito dengan bangga. “Bahkan ponakan Pak Jusuf Kalla saja tidak lolos tes di rekruitmen tahun 2008 kemarin”, lanjut Beliau. Kalimat kedua inilah yang membuat para peserta geleng-geleng kepala dan berdecak kagum. “Yang lolos tes akan mulai kerja sekitar bulan November/Desember 2010”, kata Pak Anggito.

Rencana Rekruitmen Kementrian Keuangan 2010:
1. Pendaftaran Online
2. Seleksi Administrasi
3. TPA
4. Psikotes
5. Tes Kesehatan dan Kebugaran

Posisi-posisi (keahlian) yang dibutuhkan:
Auditor pajak, auditor kepabeanan, valuasi, analis pasar, risk management, analis pasar modal (ekonomi keuangan, ekonomi publik, dan ekonomi syariah).

“Kementrian Keuangan sangat membutuhkan valuer kekayaan negara untuk mendukung ekonomi syariah karena semua transaksi syariah selalu pake aset riil sebagai dasarnya”, tandas Pak Anggito.

Terdapat 2 jenis jabatan dalam Kemnetrian Keuangan, yaitu:
1. Jabatan Struktural (PP No 10/2000)
2. Jabatan Fungsional

“Jabatan struktural adalah decision maker, sedangkan jabatan fungsional hanya bertugas memberikan advice, rekomendasi, mengawasi, atau menilai tapi tidak berwenang mengambil keputusan”, jelas Beliau.

Lagi-lagi beliau tidak bosan menekankan bahwa jabatan fungsional harus diisi oleh orang-orang yang berintegritas alias tidak mau disuap, seperti posisi pemeriksa pajak (auditor pajak), penilai PBB atas aset negara, pemeriksa kepabeanan dan logistik, analis keuangan dan sistem informasi, auditor, serta peneliti.

Tingkatan jabatan struktural:

SLTA/D1 <IIA -IIIB>
D3 <IIC-IIIC>
S1 <IIIA-IIID>
S2 <IIIB-IVA>
S3 <IIIC-IVB>

“Auditor pajak umumnya melakukan backdoor transaction dengan para pengusaha, biasanya petugas lapangan cukai juga korup”, kata Pak Anggito tajam sambil menatap para peserta lekat-lekat.

“Kementrian Keuangan sendiri adalah sentral policy ekonomi negara. Policy anggaran pengadilan agama juga kita yang buat, bukan Kementrian Agama. Pengadilan agama itu tidak hanya mengurusi nikah, talak, cerai, rujuk lho. SDM Kementrian Agama itu terdiri dari analis-analis keuangan dan ahli-ahli ekonomi. Jadi mereka juga mengurusi transaksi-transaksi ekonomi seperti transaksi stariah”, tandas Beliau menggebu-gebu.

Sebelum sesi tanya jawab, Beliau mempresentasikan insentif yang akan diperoleh jika bekerja di Kementrian Keuangan, antara lain:
1. Salary dan tunjangan (disesuaikan dengan bobot pekerjaan, risiko, dan kompetensi).
2. Beasiswa S2/S3 (bekerja sama dengan ADS, KOICA, JICA, USAID, dan double degree UGM-Georgia Univ).

Pak Anggito tidak menyebut-nyebut fasilitas perumahan, mobil, atau asuransi, de-eL-eL. Selain itu, para peserta juga tidak ada yang berminat bertanya lebih lanjut tentang insentif.

Beliau mempromosikan Kementrian Keuangan sebagai institusi yang melaksanakan rekruitmen secara profesional dan terbuka sejak hadirnya reformasi birokrasi di tubuh Kementrian Keuangan. “Bukan lagi close, tapi sudah job opening. Ngga ada lagi titip-titipan. TPA itu bukan Tempat Penitipan Anak, tapi Tes Potensi Akademik”, jelas Beliau. “Pegawai yang di Papua pun kalau berprestasi dan kompeten boleh minta mutasi (promosi) ke Kementrian Keuangan di Jakarta”, ungkap Pak Anggito lagi.

Sesi Tanya Jawab:
A. TANYA:
1. Sera: Jika sudah punya TOEFL Score yang tinggi apakah masih harus ikut tes B.Inggris, Pak?
2. Edo: Kapan saja sih Pak rekruitmennya dibuka? Saya S1 nonekonomi (teknik elektro), tapi S2 saya manajemen (MM), peluangnya bagaimana Pak? Trus apakah ada beda antara lulusan S1 UGM dengan lulusan STAN?
3. Ari: Apa Pak kiat-kiat mencegah suap dari luar?
4. Wahyu: Apakah masih ada program magang untuk mahasiswa skripsi Pak?
5. Josia: Bagaimana kalau kita masih mengerjakan thesis sedangkan ingin ikut rekruitmen, apakah bisa melamar Pak?
6. Pak Wihana: Lulusan yang TOP 10 dari FEB UGM bagaimana peluangnya Pak?

B. JAWAB (Pak Anggito):
1. Skor TOEFLnya mas Sera berapa emangnya? Sebenernya ga ada salahnya mas Sera tes lagi, siapa tahu dapet skor yang lebih tinggi kan. Tapi kalau mau skip tes B.Inggris juga bisa, asalkan usia skornya max 2 tahun ya. Yang penting skor TOEFL Anda tinggi aja.

2. Rekruitmen dibuka setiap 2 tahun sekali. Gantian dengan BI supaya kita ga saling rebutan SDM kan. Jadi tahun 2008 kita buka, trus 2009 BI buka, tahun ini kita buka lagi di bulan Juni.
S1 nonekonomi ngga jadi masalah, kuncinya skor TPA tinggi. Justru mas Edo bagus itu dari elektro karena TPA kan logic dan matematik.
Lulusan STAN biasanya mengisi posisi tengah sebagai tenaga madya di bagian adminstrasi dan operasional karena pendidikannya memang sudah terspesialisasi. Berbeda dengan S1 yang pendidikannya lebih bersifat general. Tetapi lulusan STAN pun wajib sekolah lagi menjadi S1. Sedangkan lulusan S1 bisa masuk posisi mana aja. Kalo yang STAN biasanya lebih banyak dibutuhkan di pajak dan perbendaharaan.

3. Tindakan preventif yang kami lakukan adalah:
a. Pemisahan tugas
Misalnya, unit kebijakan dan operasionalnya dipegang terpisah, unit penerbitan dokumen terpisah dari perbendaharaan. Contoh lain, policy diurusi oleh BKF, yang ngawasi Inspektorat Jendral, dan yang mungut orang pajak. Selain itu, tidak boleh merangkap jabatan.
b. Penegakan kode etik
Misalnya bertemu dengan klien/tamu harus di kantor dan ditemani staf, tidak boleh ketemuan di luar kantor, dan harus direcord. Sekarang setiap ruang rapat pasti ada CCTVnya, jadi sudah well recorded.
c. Reward&punishment
Anda akan terima bonus jika mampu melebihi target, tapi kalau kurang dari target dapet sangsi. Keterlambatan juga akan mendapat sangsi.
d. Risk management
Manajemen risiko ini penting ya, jadi kita bisa mencegah sebelum terjadi pelanggaran. Sekarang kan bukan lagi zamannya polisi sembunyi di balik lampu merah trus tangkep pelanggar lalu lintas. Sekarang kita harus bersikap preventif.

Oya, yang terpenting adalah niat awal kalian bekerja di Kementrian Keuangan karena pasti ada 1001 cara untuk korupsi. Lihat saja MenKeu kita kan, beliau menjelaskan secara sistemik, eh sistematik, hehehehhe… Saya pun demikian, saya ngga mau ikut reuni karena nanti ketemu temen-temen lama yang jadi pengusaha, nanti pasti saya dicurhatin tentang masalah pajaklah… Kalau akademisi kan enggak. Menjadi birokrat yang jujur memang harus siap ngga punya temen. Bener ini…

4. Program magang masih tetap ada, tapi spacenya cuman sedikit, itupun khusus dipilih mahasiswa yang skripsinya pas dengan tema yang sedang dijalankan oleh Kementrian Keuangan. Program magang itu sendiri termasuk media promosi Kementrian Keuangan.

5. Anda tetap bisa melamar, tapi dengan ijazah S1. Ngga boleh ijazahnya menyusul. Kan secara legal, Anda belom dapet ijazah S2. Ya jadinya Anda diterima di level S1.

6. Semua pendaftar tetap harus mengikuti prosedur seleksi yang sama, jadi kementrian keuangan tidak akan membedakan. Jika memang benar FEB UGM mendidik dengan baik, saya rasa akan terbukti dengan sendirinya, yaitu dengan mengikuti tes seperti pendaftar yang lain. Lagipula harusnya FEB itu mendidik mahasiswanya untuk menjadi enterpreneur ya… Hahahhahhahahaha….
Pak Wihana yang sedikit tersenyum kecut menimpali, “Ah ga papa, Pak Anggito dulunya juga bukan TOP 10 kok. Hahahahahhha…”
Pak Anggito membalas,”Iya, saya kan TOP 3. Hehehhehehe…”

PENUTUP
Sebelum mengakhiri pertemuan yang singkat ini, Pak Anggito berpesan semoga penjelasan dari beliau dapat bermanfaat. “Ingat, biasanya petugas lapangan ni yang terima suap, misal PIB tidak diisi dengan lengkap tapi tetap diloloskan. Nah, anda-anda ini harus hati-hati karena pada level anda, anda juga akan mengalami kondisi seperti itu”, Pak Anggito memperingatkan kami. Pak Wihana tidak mau kalah,”Lha biasanya kan kita kumpulin (suap) sampe banyak trus kita setor ke pejabat, Pak.” Hahahahahahahha, peserta presentasi tertawa terbahak-bahak

Pak Wihana menyerahkan kenang-kenangan yang ditaruh di dalam tas bermerek FEB UGM dengan warna biru oranye yang khas. “Ini bukan suap ya”, kata Pak Wihana sambil tersenyum. “Ini kaos buat main voli besok”, tambah Beliau. Hahahhahahhaha, kami tertawa. Pak Anggito pun mengeluarkan isi tasnya dan menunjukkan kaos coklat yang masih terbungkus plastik kepada audience.

Hmmm, gimana ya rasanya main voli bareng Pak Anggito?

NOTE :
Percakapan di atas tidak saya rekam seperti transkrip yang dibuat KPK. Ulasan di atas hanya saya ingat-ingat saja plus catatan kecil di notes. Jadi, pastinya percakapan yang saya tulis ini tidak persis 100% dengan aslinya.
Salam buat si tembem: Emang paling enak habis seminar makan burger dan es lemon tea. ;p

Profil Moderator:

Wihana Kirana Jaya

wihana kirana jaya

Contact Address : Faculty of Economics and Business Universitas Gadjah Mada
Office Phone : 0274548510
Office E-Mail : wihana@mail.ugm.ac.id

Profil Pembicara:

Anggito Abimanyu


Contact Address : Ministry of Finance of the Republic of Indonesia
Office Phone : (021) 3441448
Office E-Mail : dekan@feb.ugm.ac.id