City of Bones,, berawal dari duit 100ribu di kantong hasil kerja keras selama parttime…. Aku jalan2 ke Toga Mas, hunting a book. Tapi kecewa setelah menimbang-nimbang antara harga buku, perkiraan content dibandingkan dgn duit ini, wow so much consideration for a book (hard money, man…)
Terlebih karena feelingku mengatakan it is not worth it…
So, aku googling buku itu. Aha, ternyata ada yg uplot di 4shared!!! Wew

Aku agak senenggg bukan kepalang, TAPPII itu hanya bersifat sementara…..

City of Bones berkisah ttg Jace, bad boy cakep yg ahli memburu dan membunuh demon, (well…. fiction books here!)
Tokoh utamanya adalah Clary dan Jace. Dua manusia dr dunia yg berbeda ini bertemu pertama kali di sebuah club..

Di situlah kisah mereka dimulai…..

Jace, Izzy, dan Alec–> duo racunn, eh triple racun yg sangat bersemangat utk memburu demon2 yg bersembunyi dlm wujud manusia ataupun dlm wujud lainnya yg lebih menjijikan, hiiiiiiii takuuuutt…….

And, after read it and read it carefully, somtimes speedily, impatient to found out what happened next..

TERNYATA

I dont like this book
(dhuwarrrr)
Untung aku ga jadi beli bukunya, fiuhhhh🙂

Aku agak kurang nyaman dgn percintaan incest dan homoseksual
I try to be open minded, and tolerate them
tapi utk sebuah buku, this is not my thing alias bukan buku yg akan menjadi favoritku

Memang sih pada akhirnya percintaan incest itu nampaknya tidak terlalu incest (whaaat??? ya aku cuman liat sekilas di bukunya yg terakhir akibat tidak tahan membaca bukunya)

Selain itu aku jg merasa kasihan dgn Simon (please make Simon win this love competition!!!!)
karena Simon itu mendeskripsikan cowok tipe gue bangeett
Apalagi krn aku ga suka sama Jace, yg menurutku digambarkan dgn kelebihan2nya yg terlalu WOWWW and UNREAL (gimme a breakkk!!)

I like Simon….🙂 But I cant belive the bad boy win, damnn

Aku gak recommend buku ini utk dibaca, yaa krn aku ga suka, hehe…..

Ketidaksukaanku muncul di awal-awal, ketika Clary diserang oleh makhluk jadi2an yg berbentuk semacam komodo atau buaya, dgn lendir2 di mulutnya yg berbau busuk (hoekkk).. Bayanganku langsung melesat ke film Indonesia jadul yg berkisah ttg makhluk2 geblek yg bermusuhan dgn manusia berilmu putih, (jiaaahh geblek bangeeeettt). I cant beliv it!

Lalu semakin lama aku semakin ga suka, setelah ternyata Jace dan Clary ini diduga saudara kandung yg terpisah akibat perceraian di dunia Idris ( wait, Idris??? Sounds like a friend’s name mentioned in here).

Alkisah ortu mereka berdua punya profesi yg sama, nama keren dr profesi itu adl ShadowHunter, (I kinda roll my eyes)…. Mereka hidup di Idris, menikah, dan beranak pinak, namun bercerai akibat ketidakcocokan visi (whaddehell)

So mommy brougth her baby girl, and daddy had to raise his baby boy. Their babies are Jace and Clary, both of them fall in love with each other before even know that they were siblings, (waooowww so much drama)

Thats it! I cant continue to read it… So I skip many chapters or lines yg berisi their romance, war upon demon and bla bla bla….

Pada intinya sampai di suatu kesimpulan bahwa, I dont like it. I just dont like it.

I dont like it when Clary hurt Simon many times, (leave him alone, bitch!)

I dont like it when Jace and Clary decide to make out, ( I wanna throw up)

and I dont like it when Alec kiss Magnus full mouth

Buku ini membawa amarah, terutama berkaitan dgn kesejahteraan Simon. I cried for him, trully… I wanna die when Clary broke his heart….. It broke my heart too.. :((