Ketika itu….di pagi hari yg sunyi, kamu berjalan tanpa suara

Wajahmu tenang, kemeja putih dan celana panjang hitam, juga backpack yg berwarna hitam, tampak sangat elegan…

Kamu selalu berjalan memunggungiku….. Aku sdh terbiasa melihat perawakanmu dr belakang, sambil bertanya tanya, siapakah gerangan?

 

Image

 

Setiap hari, kita selalu bertemu, di lantai yg sama, di departemen yg sama, hanya terpisah oleh meja dan kursi….. sekali lagi, aku hanya berani bertanya tanya dlm hati…

Tak terasa, sudah hampir 6 bulan kamu di sini… Tapi kita tak pernah bertegur sapa…. Semakin lama, semakin kusadari, wajahmu yg terlihat tenang itu, sekarang bagiku hanya terlihat dingin dan kejam…

Begini rasanya menjadi invi, meskipun sudah bertahun tahun selalu invi, kok yg ini terasa lain…? Kenapa hatiku sakit..terluka…mungkinkah setelah sekian lama, aku ingin pembuktian diri?  

Aaahh…….

Bulan berikutnya, aku melihat kamu tertawa, lepas dan tulus… Ternyata, dengan seorang gadis, ……..

Barulah kusadari, ternyata aku bisa cemburu juga

Aku cemburu tidak dapat memiliki apa yg mereka miliki…. Aku cemburu, karena tidak bisa membuka hatimu, bahkan untuk sekedar memalingkan wajahmu kepadaku dan tersenyum

Aaaahh…sakitnya hati ini……

Aku berusaha untuk tabah, berusaha untuk menyenangkan diri sendiri, do something for myself, memperhatikan diri, supaya aku tidak menghabiskan waktu dalam kecemburuan yg tidak relevan….

Aaaaaahhh…

Eniweeei,,,, Eleven Minutes (Paulo Coelho) for my boring saturday nite…. huh, how lonely😦